Java saat ini telah menjadi salah satu bahasa pemprograman
yang menjadi standar di kalangan pengembang teknologi informasi. Hal
ini disebabkan oleh penggunaan bahasa Java yang tidak serumit bahasa
C dan bahasa pemprograman tingkat rendah lainnya.
Dalam perkembangannya sejak awal hingga sekarang, Java
dikembangkan dengan 5 filosofi utama, yaitu:
1. Harus mudah, berorientasi objek, dan dikenal umum2. Harus kuat dan aman3. Harus independen secara arsitektur dan portabel4. Harus mempunyai performa tinggi5. Harus diinterpretasikan, dithread, dan dinamis
3 poin pertama adanya manajemen memori
secara otomatis, sintaks kodingannya yang lebih bersahabat, serta
independensinya terhadap platform yang digunakan menjadi titik kuat Java
sehingga dapat menarik banyak orang untuk menggunakan Java
Java telah berevolusi dari bahasa pemprograman yang ditujukan
hanya untuk perangkat keras kecil-kecilan hingga perangkat canggih handphone.
Dengan berkembanganya Java hingga 4 platform utama, yaitu Java Card, Java Micro
Edition, Java Standard Edition, dan Java Enterprise Edition, Java telah
berhasil dalam merambah bidang-bidang
pemprograman secara luas. Dalam perkembangannya dari awal Java dipublikasikan
hingga sekarang, Java telah berhasil menjadi bahasa pemprograman yang diminati
oleh banyak praktisi IT dikarenakan konsistensinya dalam memegan filosofinya.
Versi awal Java ditahun 1996 sudah merupakan versi release sehingga dinamakan Java Versi 1.0. Java versi ini menyertakan banyak paket standar awal yang terus dikembangkan pada versi selanjutnya:
- java.lang: Peruntukan kelas elemen-elemen dasar.
- java.io: Peruntukan kelas input dan output, termasuk penggunaan berkas.
- java.util: Peruntukan kelas pelengkap seperti kelas struktur data dan kelas kelas penanggalan.
- java.net: Peruntukan kelas TCP/IP, yang memungkinkan berkomunikasi dengan komputer lain menggunakan jaringan TCP/IP.
- java.awt: Kelas dasar untuk aplikasi antarmuka dengan pengguna (GUI)
- java.applet: Kelas dasar aplikasi antar muka untuk diterapkan pada penjelajah web.


3:19 PM
Wahlul Eka Prayudi
Posted in:
0 komentar:
Post a Comment